Minggu, 01 November 2009

Pola Paragraf Deduktif dan Induktif

Paragraf deduktif

Paragraf deduktif berpola umum-khusus merupakan paragraf yang pikiran utamanya terletak pada awal paragraf. Bentuknya berupa pernyataan yang bersifat universal (umum), kemudian diperinci menjadi beberapa pernyataan lain yang bersifat spesifik (khusus)

Contoh :
Masyarakat kita tergolong masyarakat yang tidak disiplin. Kondisi ini terlihat dari sikap berbagai lapisan masyarakat. Misalnya kemaceten lalu lintas yang lebih banyak disebabkan oleh faktor manusianya. Lihat saja para pedagang kaki lima. Mereka mamadati trotoar dan pinggir-pinggir jalan raya. Belum lagi anak sekolah yang datang terlambat atau membolos sekolah. begitu juga para pejabat atau pegawai kantor yang kurang menghargai waktu sehingga sering terlambat kerja.

Paragraf induktif

Paragraf induktif merupakan pola pengembangan paragraf yang bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus (spesifik). Dari hal-hal yang bersifat khusus tersebut ditarik simpulan yang bersifat khusus tadi.

Contoh :
Ketika isu Indonesia menjadi sarang teroris disebarkan, kebanyakan orang Indonesia menjadi marah. Para pejabat marah sambil mengatakan bahwa isu itu tidak benar. Isu itu mendiskreditkan Indonesia dimata dunia. Rakyat marah dan melakukan berbagai demonstrasi di kedutaan besar negara asing, sambil membakar bendera negara asing itu. Sementara itu, kalau bendera merah putih kita dibakar oleh pihak lain, kita juga marah-marah. Perasaan kita tersinggung dan memperlihatkan perilaku bermacam-macam sebagai reaksi atas ketersinggungan itu. Rupanya, di negeri ini sikap emosional lebih dominan dari pada pertimbangan intelektual-rasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar